MANAJEMEN SEKOLAH
Nama : Rilia Anzani
NIM
:11901182
Kelas : PAI 4 A
MAGANG 1 : TUGAS 2
MANAJEMEN SEKOLAH
·
MANAJEMEN :Process of working with and through
others to accomplish organizational goals efficiently (Sergiovanni dkk, 1987) •
Metode yang digunakan administrator dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu
untuk mencapai tujuan tertentu.
·
MANAJEMEN SEKOLAH : Proses, dalam arti
serangkaian kegiatan yang diupayakan kepala sekolah bagi kepentingan
sekolahnya. Segala proses pendayagunaan semua komponen, baik komponen manusia
maupun non manusia, yang dimiliki sekolah dalam rangka mencapai tujuan secara
efisien. Tujuan manajemen sekolah: guna membantu pencapaian visi, misi, tujuan
tahunan dan program-program sekolah.
·
SEKOLAH YANG BAIK
1. Model tujuan (model tradisional): pengukuran
melalui tujuan-tujuan operasional
2. Model sistem (pendekatan
proses/multidimensi): konsistensi interal, efisiensi penggunaan dan
keberhasilan mekanisme kerja
3. Model tujuan-sistem: model parsons
(adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi dan latensi) dan teori
postman&weingartner (fungsi-fungsi esensial sekolah).
·
KEGIATAN MANAJEMEN SEKOLAH
1. Kesiswaan
2. Kurikulum
3. Ketenagaan
4. Sarana prasarana
5. Keuangan
6. Humas
7. Layanan teknis
8. Peserta didik
9. Kurikulum
10. Ketenagaan
11. Supervisi internal
·
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN SEKOLAH (Sergiovanni
dkk, 1987)
1. Planning (perencanaan)
2. Organizing (pengorganisasian)
3. Leading (Pengerahan)
4. Controlling (Pengawasan)
·
Manajemen Sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara efektif dan
efisien untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan
pendidikan baik tujuan nasional dan tujuan kelembagaan yang hasilnya bisa
dilihat dari beberapa faktor sebagai indikator kinerja yang berhasil dicapai
oleh sekolah. Kepala sekolah dituntut untuk mampu melaksanakan tugas dan
fungsinya dalam mengelola berbagai komponen sekolah untuk mencapai tujuan
sekolah yang dirumuskan. Kepala sekolah menunjukkan fungsinya sebagai dua peran
besar yaitu peran sebagai manajer dan peran sebagai pemimpin. Manajemen sekolah merupakan tindakan pengelolaan dan
pengadministrasian sekolah. Manajemen sekolah berarti memberdayakan sumber daya
manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan sekolah. Manajemen
sekolah memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal dan manajemen
internal. Manajemen internal sekolah meliputi perpustakaan, laboratorium,
bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan,
dan hubungan antar guru, murid. sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan
dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan pendidikan, dinas
pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi sekolah.
·
Tujuan Manajemen Sekolah
Menurut Supriono Subakir tujuan utama penerapan Manajemen Sekolah adalah untuk
meningkatkan efisiensi pengelolaan dan meningkatkan relevansi pendidikan di
sekolah, dengan adanya wewenang yang lebih besar dan lebih luas bagi sekolah
untuk mengelola urusannya sendiri. Adapun menurut E. Mulyasa, tujuan Manajemen
Sekolah adalah:
a. Peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh
melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan
penyederhanaan birokrasi.
b. Peningkatan mutu, antara lain melalui
partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan
kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah.
c. Peningkatan pemerataan, antara lain
diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan
pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu. Manajemen Sekolah
bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi kepada sekolah
dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara
partisipatif. Secara rinci, Tujuan Manajemen Sekolah menurut Departemen
Pendidikan Nasional adalah :
1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui
kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya
yang tersedia.
2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan
masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan
bersama.
3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada
orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah.
4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar
sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai. Pakar ilmu pendidikan
menyatakan: Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah, terutama
sumberdaya manusianya, seperti kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua
siswa dan masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan sumberdaya manusia ini melalui
pemberian kewenangan, fleksibilitas, dan pemberian tanggung jawab untuk
memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan.
·
Prinsip-Prinsip Manajemen Sekolah
Teori yang digunakan Manajemen Sekolah untuk
mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas,
prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip
inisiatif sumber daya manusia.
A. Prinsip
Ekuifinalitas (Principle of Equifinality) Prinsip ini didasarkan pada teori
manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda
untuk mencapai suatu tujuan. Manajemen Sekolah menekankan fleksibilitas
sehingga sekolah harus dikelola oleh warga sekolah menurut kondisi mereka
masing-masing.
B.
Prinsip
Desentralisasi (Principle of Decentralization) Desentralisasi adalah gejala
yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi
ini konsisten dengan prinsip ekuifinalitas. Prinsip desentralisasi dilandasi
oleh teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat
dielakkan dari kesulitan dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit
dan kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya.
C.
Prinsip
Sistem Pengelolaan Mandiri (Principle of Self-Managing System) Prinsip ini
terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan prinsip
desentralisasi. Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus diselesaikan
dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah
terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya ke Tingkat sekolah.
D.
Prinsip
Inisiatif Manusia (Principle of Human Initiative) Berdasarkan perspektif ini
maka Manajemen Sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk
warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh
karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan
aspek sumber daya manusianya. Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah
sumber daya yang statis, melainkan dinamis.
Sumber http://staffnew.uny.ac.id/upload/132313278/pendidikan/MANAJEMEN+SEKOLAH.pdf
http://repository.radenintan.ac.id/144/5/Bab_II.pdf
Komentar
Posting Komentar