manajemen kelas
Nama : Rilia Anzani
NIM : 11901182
Kelas : PAI 4 A
MANAJEMEN KELAS
Manajemen kelas
adalah ketentuan dan prosedur yang diperlukan guna menciptakan dan memelihara
lingkungan tempat terjadi kegiatan belajar dan mengajar. Manajemen kelas juga
dapat diartikan sebagai perangkat perilaku dan kegiatan guru yang diarahkan
untuk menarik perilaku siswa yang wajar, pantas, dan layak serta usaha dalam
meminimalkan gangguan (Hasri, 2009:41).
Manajemen Kelas
merupakan usaha guru untuk menata dan mengatur tata-laksana kelas diawali dari
perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar, pengaturan
lingkungan kelas, memantau kemajuan siswa, dan mengantisipasi masalah-masalah
yang mungkin timbul di kelas.
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan
pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan.
Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi
bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa
belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan,
suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi
pada siswa (Djamarah dan Zain, 2010:178).
Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut
(Wijaya dan Rusyan, 1994:114):
- Agar
pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien.
- Untuk
memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya.
Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap
kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong
lamban.
- Untuk
memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk
dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Sedangkan
menurut Mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah
sebagai berikut:
- Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai
kelompok belajar.
- Menghilangkan
berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan
belajar.
- Menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual siswa di kelas.
- Membina
dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta
sifat individual
Prinsip-Prinsip Manajemen
kelas
Dalam manajemen
kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyarat
menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien, yaitu
(Muhaimin,2002:137-144)
1. Prinsip Kesiapan (Readiness)
Kesiapan belajar
ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang
pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain
yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
2. Prinsip Motivasi (Motivation)
Motivasi adalah
tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah
suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan
bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu
yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan
memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus
bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.
3. Prinsip Perhatian
Perhatian merupakan
suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi
pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada
aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam
proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya.
4. Prinsip Persepsi
Prinsip umum yang
perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik persepsi
mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut.
(b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan
memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang
dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang
dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi
yang lebih akurat.
5. Prinsip Retensi
Retensi adalah apa
yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari
sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal
lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan.
Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam
proses pembelajaran.
6. Prinsip Transfer
Transfer merupakan suatu proses dimana
sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi proses dalam mempelajari
sesuatu yang baru. Dengan demikian transfer berarti pengaitan pengetahuan yang
sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru dipelajari. Pengetahuan atau
keterampilan yang diajarkan disekolah selalu diasumsikan atau diharapkan dapat
dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami dalam kehidupan atau dalam
pekerjaan yang akan dihadapi kelak.
Seorang guru
dalam kegiatan sehari-hari, akan menghadapi kasus-kasus dalam kelasnya.
Kasus-kasus yang dijumpai guru dalam manajemen kelas antara lain seperti:
- Tingkat penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas. Misalnya,
materi pelajaran yang diberikan kepada siswa terlalu tinggi atau sulit,
sehingga tidak bisa diikuti oleh siswa, maka di sini diperlukan
penyesuaian agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.
Apabila tidak diadakan penyesuaian, siswa-siswa tidak akan serius dan
selalu menimbulkan kegaduhan.
- Fasilitas yang diperlukan. Misalnya alat, media, bahan,
tempat, biaya, dan lain-lain, akan memungkinkan siswa belajar dengan
- Kondisi siswa. Misalnya, siswa yang kelihatan sudah lesu dan
tidak bergairah dalam menerima pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi
situasi
- Teknik mengajar guru. Misalnya, dalam memberikan pengajaran
kurang menggairahkan suasana kelas dan menjemukan
Aspek Manajemen Kelas
Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan
dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas,
situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif (Johnson dan Bany, 1970).
Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai
aspek-aspek manajemen kelas, seperti tertuang dalam Dirjen Dikdasmen (2000)
adalah:
1.
mengecek kehadiran siswa;
- mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai
hasil pekerjaan tersebut;
- pendistribusian bahan dan alat;
- mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan
arsip;
- menyampaikan materi pelajaran; dan
- memberikan tugas.
Komentar
Posting Komentar